Benjolan Di Vagina

Benjolan di vagina – buat anda para wanita, bila terdapat benjolan yang terdapat di vagina tentu saja mengurangi rasa kepercayadirian anda. Selain itu anda akan merasa terganggu dengan kehadiran nya

kali ini kami membahas tengtang benjolan vagina yang di alami sebagian wanita di indonesia.

alasan kenapa benjolan di vagina berbahaya

Kenapa ada benjolan di vagina?

benjolan dapat muncul oleh beberapa sebab, mulai dari yang tidak berbahaya dan berbahaya, menular dan tidak menular, berikut contohnya:

Jerawat karena bakteri atau inflamasi

Kemunculan benjolan kecil berwarna kemerahan pada daerah vagina dan sekitarnya bisa jadi adalah jerawat. Umumnya, jerawat pada bagian intim ini muncul di bagian yang memang tempat tumbuhnya rambut atau pada garis sela-sela celana dalam.

Folikulitis karena mencukur

Benjolan ini akibat kesalahan mencukur rambut vagina. Dilakukan dengan cara mencukur ke arah berlawanan tumbuhnya rambut, sehingga membuat folikel rambut terluka dan terkena bakteri sehingga muncul benjolan

Bartholin cyst pada bagian depan vagina

Biasa nya terletak di bagian luar vagina, tepat di bagian kelenjar bartholin yang mengeluarkan lendir. Benjolan ini biasanya berisi cairan beningdan dapat menimbulkan rasa sakit.

Kista sebaceous

Benjolan ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit. Umum nya memiliki warna putih dan bisa muncul dalam jumlah cukup banyak. Kista ini dapat hilang dengan sendirinya

Kutil kelamin

Keluhan ini juga bisa berupa kutil kelamin yang disebabkan oleh HPV, yaitu salah satu penyakit menular seksual.

Genital herpes

Jarang sekali penyakit ini menimbulkan gejala. Namun ketika terlihat, penyakit ini nampak seperti benjolan akibat terciprat percikan api. Herpes ini terasa perih dan bisa di golong berbahaya dan harus segera hubungi dokter bila anda mengalaminya.

Sipilis atau Raja siga

Sebuah benjolan pada area intim bisa jadi bentuk dari infeksi penyakit yang menular seperti sipilis. Terkadang tidak memunculkan gejala, namun penyakit ini biasa menampakan diri dengan memberi tanda benjolan atau luaka terbuka tanpa rasa sakit

Molluscum contagiosum

Benjolan yang muncul di vulva Ini disebabkan infeksi virus menular melalui berbagi handuk, pakaian, atau kontak kulit secara langsung. Memiliki ciri benjolan yang kecil dan banyak barwarna putih-pink dengan lekukan di tengah. Biasanya akan sembuh dengan sendirinnya dalam waktu 12-18 bulan

Gejala kanker

Ini adalah gejala yang paling di khawatirkan oleh banyak wanita, namun perlu anda ketahui bahwa kanker juga terkadang tak menimbulkan gejala yang terlihat maupun terasa.

Apakah benjolan di vagina berbahaya?

Tergantung dari penyebabnya, namun dari kutipan di atas kita bisa simpulkan bahwa benjolan yang terjadi bisa dikatakan berbahaya. Karena bisa menyebabkan masalah serius dan banyaknya penyakit yang dapat menular.

Jangan sepelekan benjolan yang terdapat di vagina anda bagai manapun bentuknya.

Bagaimana cara mengatasi benjolan di vagina?

Tentu saja kita harus tahu dulu apa penyebabnya, namun ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan di rumah dan semoga dapat menyembuhkan benjolan yang anda alami, berikut caranya:

  • Antibiotik yang di berikan dokter setelah melakukan pengecekan pada vagina anda berkemungkinan besar dapat menyembuhkan benjolan tersebut.
  • Berendam air hangat juga dapat mengatasi benjolan di vagina, anda bisa melakukannya sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Dilakukan dalam empat hari
  • Pembedahan drainase, ini dilakukan jika kista yang sudah terinfeksi sudah berukuran sangat besar. Cara ini dilakukan dengan memberikan sayatan kecil pada kista hingga cairan didalam nya dapat keluar dan kering. Sayatan tersebut dibiarkan membuka selama enam minggu dengan tabung karet kecil hingga benar-benar kering
  • Marsupialisasi, prosedur ini digunakan untuk mengobati kista yang kambuh. Dokter biasanya menempatkan jahitan di sisi sayatan drainase untuk membuat bukaan yang permanen sepanjang 6mm. Kateter atau karet kecil juga akan dimasukkan untuk mempercepat proses pengeringan selama beberapa hari setelah prosedur untuk membantu mencegah kekambuhan

Setelah pengobatan dilakukan, disarankan untuk tidak mengenakan celana dalam yang ketat guna menghindari robeknya vulva. Sebaiknya kenakan celana dalam yang sejuk agar vagina tetap sejuk dan kering, ganti celana dalam sebanyak 2-3 kali sehari

Leave a Comment